Cerita Cinta Yang Menyentuh Hati
Cerita cinta yang menyentuh hati ini dimulai dari sebuah danau. Suatu
hari di tepi danau yang indah, seorang wanita sedang duduk sendiri. Dia
sedang memainkan kuas dengan warna-warni cat diatas kanvas. Pelangi,
itulah namanya. Dia sering berada di tepi danau melakukan kegiatan
melukis sendiri. Setiap hari dia diantar oleh pengasuhnya ke tempat
tersebut. Sesekali terkadang bersama neneknya dia pergi ke danau
tersebut. Pelangi adalah seorang wanita cantik yang ditinggal oleh
ayahnya yang harus bekerja di Jerman, ibunya meninggal saat dia masih
kecil, dan kini dia tinggal bersama kakek, nenek, serta pengasuhnya.
Pelangi menjalani home schooling di rumahnya. Tidak seperti wanita
normal lainnya yang sering bergaul, Pelangi justru wanita yang pendiam
dan tidak memiliki banyak teman.
Minggu pagi yang cerah saat Pelangi sedang libur dari home
schooling-nya, dia pergi ke tepi danau tempat biasa dia melukis. Siapa
sangka, setiap dia melukis di tepi danau itu ternyata ada seorang pria
yang sering memperhatikannya dari kejauhan dan secara sembunyi-sembunyi.
Pelangi tidak mengetahui kalau dia memiliki seorang penggemar rahasia
yang selalu memperhatikannya dari kejauhan. Pria tersebut sangat
terpesona dengan paras wajah Pelangi yang sangat menawan, tubuhnya yang
sangat mungil, serta rambutnya yang sekali-sekali tertiup oleh angin
sehingga membuat Pelangi semakin cantik. Namun sayangnya si pria tidak
bernyali untuk menghampiri Pelangi, dia malu dan minder serta takut juga
kalau dia tidak disambut baik oleh Pelangi.
Pada saat itu ketika Pelangi sedang asyik melukis, tiba-tiba hujan
turun. Rintik-rintik hujan yang kecil di minggu pagi itu membuat Pelangi
tidak berpindah dari tempatnya melukis, dia hanya membereskan peralatan
lukisnya saja. Si pria tersebut heran melihat Pelangi yang tidak
berteduh, sehingga dia memaksakan diri untuk menghampiri pelangi. “Hei,
kenapa kamu tidak berteduh? Ayo kita berteduh!” ujar si pria tersebut.
Pelangi tetap terdiam di tempatnya itu dengan mata terpejam dan
senyumnya yang seakan menikmati hujan tersebut, dia berkata “tidak, kamu
saja yang berteduh. Aku sangat menyukai hujan rintik-rintik seperti ini
karena ini membuatku tenang” tanpa sadar pelangi menjawabnya dengan
mata terpejam. Pria tersebut hanya diam saja memperhatikan pelangi yang
sedang asyik menikmati hujan rintik-rintik, lalu Pelangi membuka matanya
dan berkata lagi kepada pria tersebut “Kamu siapa? Kenapa mengajak
berteduh, apa kamu mengenaliku?” (dengan nada yang heran). Si pria
menjawabnya, “tadi aku duduk di balik pohon besar itu, lalu aku
melihatmu sedang hujan-hujanan jadi aku ingin mengajakmu untuk berteduh”
si pria merasakan hal yang berbeda, perasaan yang sangat meluap-luap
yang tidak bisa di deskripsikan. Karena Pelangi semakin basah, si pria
tersebut kembali mengajak Pelangi untuk berteduh. Namun Pelangi tetap
tidak ingin pergi dari sana sambil memejamkan matanya dan menikmati
rintik hujan, sampai akhirnya hujanpun berhenti dan pelangi membuka
matanya. Dengan melihat ke atas langit, Pelangi semakin tersenyum
melebar karena melihat ada pelangi yang menghias tepat di langit danau
tersebut. “Oh iya, aku Pelangi, kamu siapa? Kok menungguku daritadi?”
ujar Pelangi. “Aku Andre, oh jadi karena kamu menyukai pelangi makanya
namamu menjadi Pelangi?” jawab si pria sambil tersenyum hangat. Akhirnya
percakapan merekapun semakin jauh dan keduanya saling bertukar kontak
HP.
Singkat cerita, Andre dan Pelangi semakin dekat dan dekat. Entah apa
yang dirasakan Pelangi karena tidak biasanya dia dekat dengan seorang
pria, biasanya dia hanya dekat dengan orang-orang terdekatnya saja.
Andre-pun merasakan hal yang sama, dia merasakan hal yang berbeda ketika
dekat dengan Pelangi. Setiap malam mereka berkomunikasi di lewat HP,
semakin hari semakin hubungan mereka semakin dekat dan mereka sering
bertemu juga. Satu hari akhirnya mereka berpacaran dan disinilah awal
mula kisah cinta mereka. Saling menyayangi dan mencintai, itulah yang
mereka rasakan dan lakukan satu sama lain. Sekarang yang mengantar
Pelangi ke danau sudah bukan pengasuhnya lagi, melainkan kekasihnya
sendiri yaitu Andre. Andre sudah mengetahui waktu kapan mengantar dan
menjemput Pelangi. Seusai home schooling, Andre sudah stand by di teras
rumah Pelangi dan bersiap untuk mengantar kekasih yang baru dia kenal
dalam waktu dekat dan dia dicintainya itu.
Suatu hari Pelangi meminta Andre untuk tidak mengantar dan
menjemputnya karena Pelangi terkujur sakit. Dalam waktu yang bersamaan
pertengkaran juga menghampiri mereka, entah apa yang menyebabkan
pertengkan tersebut. Mereka lost contact karena keduanya saling menjaga
gengsi untuk menghubungi, namun rindu mereka semakin lama semakin
meluap. Leukimia, itulah penyakit yang menimpa Pelangi. Andre tidak
mengetahui bahwa kekasihnya itu memiliki penyakit ganas tersebut, dan
penyakit leukimia Pelangi sudah sangat parah. Hingga pada suatu hari
Andre tidak tahan menahan rindu dan akhirnya dia menghubungi Pelangi.
Nama Andre tertulis di HP Pelangi berdering, namun sayang yang
menjawabnya bukan Pelangi melainkan neneknya karena Pelangi sedang tidak
sadar. Mendengar kabar dari neneknya, Andre tidak berfikir panjang dan
langsung mengarahkan motornya menuju rumah sakit yang diberitahu oleh
nenek Pelangi. Saat bertemu dengan nenek dan kakek pelangi, terlihat
wajah sedih mereka (walaupun ditutupi dengan senyuman). Begitu Pelangi
sadar, Andre langsung meminta izin untuk melihatnya kepada dokter, dan
dokterpun mengizinkannya. “Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu
memiliki penyakit ini? Jujur, hari ini rinduku sudah mencapai puncaknya
dan aku tidak bisa menahannya lagi” ujar Andre sambil menangis di depan
Pelangi. “Kenapa kamu ada disini sayang? Aku takut kamu menjauhiku jika
kuberitahu penyakitku ini padamu” jawab Pelangi dengan suaranya yang
kecil karena masih sangat lemas. “Aku meneleponmu dan nenekmu yang
menjawabnya, sehingga aku tahu kamu disini. Dengar, seberapa buruk
penyakitmu, apapun yang terjadi kepadamu, aku tidak akan pernah
menjauhimu apalagi meninggalkanmu. Aku sangat menyayangimu lebih dari
apapun, dan aku akan selalu berada disampingmu sampai kapanpun. Maafkan
aku yang menjaga gengsi kemarin karena akupun menunggu kabar darimu,
sejujurnya aku sangat menyesal dengan kelakuanku kemarin”. Mendengar
kalimat dari pacarnya, Pelangi tak kuasa menahan air matanya sehingga
tetes air matapun jatuh di bantalnya. “Ternyata kamu merasakan hal yang
sama denganku, aku sayang kamu Andre. Sekarang pulanglah, dan kembalilah
besok karena sekarang sudah malam. Aku takut kamu kenapa-kenapa di
jalan” Kata Pelangi sambil menangis dan memegang Andre dengan perasaan
yang bahagia. Andre-pun pamit dan segera pulang kerumahnya dengan
perasaan yang ingin cepat-cepat esok hari.
Pagipun tiba, Andre terburu-buru pergi ke rumah sakit untuk menemui
kekasinya lagi. Sesampainya di rumah sakit, keadaan disana sangat
genting. Kakek dan nenek menangis, dokter dan suster sedang berusaha
menyadarkan Pelangi. Namun takdir berkata lain, di pagi itu Pelangi
menghembuskan nafas terakhirnya. Andre tak kuasa menahan kepedihannya
yang sangat dalam, mengapa wanita yang baru saja dia cintai begitu cepat
di panggil tuhan. Selepas kepergian kekasihnya, Andre sesekali pergi ke
tepi danau menunggu hujan dan menikmatinya, dengan penuh harapan ada
pelangi untuk mengenang kisah cintanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar